Terus Merugi, Harvey Nichols Ditutup

Kompas.com - 02/11/2010, 15:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menutup gerai ritel premium Harvey Nichols (HN) sejak tanggal 31 Oktober lalu. Penyebab penutupan gerai yang menjual produk fashion supereksklusif itu tak lain karena penjualan yang tak memuaskan. "Sejak dibuka tahun 2008, kontribusi HN ke penjualan perusahaan hanya 1 persen," ujar Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa.

Fetty menambahkan, department store asal Inggris itu selama ini hadir untuk memenuhi kebutuhan produk fashion masyarakat kelas atas. Namun, ternyata, konsumen yang diincar HN lebih suka berbelanja ke luar negeri. HN pun sulit mencapai target penjualan. Fetty menambahkan, timing pembukaan gerai HN di Indonesia juga kurang pas, yaitu 31 Oktober 2008, tak lama setelah krisis finansial.

Fetty enggan mengungkapkan nilai kerugian MAPI akibat penutupan HN. Ia hanya menyebut, nilainya tidak besar karena pemilik Grand Indonesia (GI) juga turut mengeluarkan dana untuk pembangunan gerai HN. MAPI juga dibebaskan dari biaya sewa ruang seluas 10.000 meter persegi di mal milik grup Djarum itu. "Kami dibebaskan dari biaya sewa HN oleh pengelola mal," jelas dia.

Menurut sumber KONTAN, pembangunan gerai HN tahun 2008 menghabiskan biaya sekitar Rp 110 miliar. Namun, biaya itu ditanggung fifty-fifty oleh MAPI dan pengelola GI. "Lantaran pengunjung GI tak sesuai target yang disepakati antara MAPI dan Djarum, biaya sewa Harvey lantas dibebaskan," kata si sumber.

Fetty menuturkan, setelah penutupan HN, MAPI tidak akan lagi bermain di pasar supereksklusif. "Kami akan fokus ke segmen menengah atas," tuturnya. Saat ini, MAPI memiliki 11 gerai Sogo, dua gerai Dabenhams, tiga gerai Java Department Store dan satu gerai Seibu.

Hingga akhir kuartal III, MAPI meraup penjualan Rp 3,39 triliun, naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 3,02 triliun. Dari pendapatan itu, kontribusi bisnis department store mencapai Rp 916,11 miliar atau 27% dari total pendapatan MAPI. Tapi, laba bersih MAPI turun dari Rp 166,30 miliar jadi Rp 148,27 miliar akibat penurunan laba kurs. (Kun Wahyu Winasis/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau